Endometriosis Ø 5 cm x 5 cm
December 27, 2006 at 11:47 am | In curhat | 11 CommentsOh God, ada kelainan apa dalam rahimku yang menyebabkan sakit luar biasa dikala period
Mules yang luar biasa, seperti ditusuk-tusuk, mual, muntah, dan kembung, belum lagi perasaan keringat dingin yang aku alami tiap kali aku datang bulan. Gak normal, kayanya sakitnya orang mens, ga harusnya seperti yang saya alami ini deh..
28 November 2006: Hari ini tepat 8 hari aku telat datang bulan. Ini telat untuk bulan yang kesekian kalinya, Apakah telat kali ini benar hamil ataukah ada penyakit lain yang aku derita, ku putuskan untuk kedokter kandungan, again, and again. Dokter yang biasa aku datangi, sedang cuti, jadi kuputuskan untuk ke dokter kandungan siapa aja, untuk mengetahui ada apa dalam rahim aku. “Ibu tidak hamil, ini bakal datang bulan, hanya saja tersumbat, sebentar saya USG transvaginal [ssst.. usg ini sedikit ngilu, dimasukkin alat segede mata palu ke vagina untuk tau ada apa seputar rahim kita] ya, untuk tau apa penyumbatnya” begitu kata dr. Okky yang hari itu praktek di RSIB.
“Melihat medical record ibu, sepertinya sering kali keluhan pada saat datang bulan ya bu, dan sudah diketahui bahwa ibu punya kista endometriosis yang mengganggu, ini juga kelihatan dari hasil USG tadi. Ini dia fotonya, kista ini berdiameter kurang lebih 5 cm, Kali ini harus dibuang, dioperasi” begitu penjelasan dr. Okky. Dokter Okky juga menegaskan bahwa saya sudah hampir 2 tahun cabut spiral, namun, tidak juga mendapatkan anak kedua. Diperkirakan, bahwa terhambatnya proses kehamilan dikarenakan ada kaitannya dengan kista endometriosis yang bersarang di dekat indung telur sebelah kiri saya. Bengong dan kaget, saya bertanya, “operasinya kaya apa ya dok?” “Saat ini sudah ditemukan sistem laparoscopy, yaitu operasi besar dengan sistem luka bedah yang tidak terlalu lebar, dan prosesnya pun lebih efisien dari sistem operasi sebelum sistem ini. Luka bekas operasinya tidak terlalu lama sembuh” begitu penjelasan dokter Okky. Setelah konsultasi panjang lebar, dokter menyarankan agar operasi ditangani oleh dr. Wahyu yang bertugas di RS bunda – Menteng.
Saya buka buku premi asuransi Cigna, wah, RS bunda ternyata tidak ada dalam daftar RS rujukan asuransi Cigna yang dicover oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya konsultasi dengan keluarga dan manajemen di perusahaan saya, mereka menyarankan yang terbaik, adalah operasi dan mereka menyarankan untuk dijalankan di RS terdekat yaitu RSPI. Maka saya SMS dokter yang memeriksa saya, untuk konsultasi kembali, apakah operasi bisa dilakukan di RSPi? Dokter menjawab SMS saya, Sebaiknya kunjungi Dr. Azen di RSPI. Saya balas, terimakasih dok. Senin pagi, dengan diantar Oma [mertua] datanglah saya ke Dr. Azen, ternyata Dr. Azen praktek sore, jadi saya memang harus pesan dahulu untuk melakukan diagnosa sore ini. Lalu, saya kembali sore hari diantar ibu saya, dengan membawa referensi dari Dr. Okky. Setelah mendapat sekilas penjelasan saya, Dr. Azen langsung melakukan USG, lagi melalui vagina.. [wakwaw.. ngilu deh] dipastikan juga oleh Dr. Azen, bahwa memang ada kista endometriosis di rahim sebelah kiri saya, letaknya dekat indung telur, Well, wulan, kapan mau dioperasi? Saya, yang hari itu sudah sedikit “siap” menerima penjelasan dari dr. sebelumnya, untuk melakukan operasi, saya sampaikan, “gimana kalau besok dok?” “Baik, kalau begitu, malam ini kamu cari kamar, dan persiapan operasi ya..Besok pagi kita operasi, kira-kira jam 9“ masih ditemani Ibu, saya mencari kamar, begitu dapat kamar, saya langsung di EKG [rekam jantung], Photo Thorax, dan Tes darah + urine untuk persiapan operasi.. Gak lama kemudian Adhi datang. Kira-kira jam 22.00 saya di bestral [masukkan alat melalui anus, yang ini mulesnya bangetss, hehe harus 2 kali dilakukan, karena bestral yang pertama, saya sudah mules, tapi belum ada reaksi, jadi diulang oleh susternya] untuk membuang smua kotoran yang ada dalam perut saya. Dan jam 23.00 adalah waktu makan terakhir saya untuk puasa menghadapi operasi besok pagi. Takut, gelisah, dan kepikiran, bikin saya ga bisa tidur, membayangkan operasi besok. Dzikir dan doa, Cuma itu yang bisa saya lakukan. Oh iya, ga lupa saya juga sms rekan2 di kantor, inform bahwa saya akan dioperasi besok, minta bantu doa. Rekan-rekan dikantor membalas sms saya dengan dukungan. Terimakasih rekan-rekan…:)
Bangun pagi, Mandi dan menuju ruang operasi. Suntik infus sebelah kiri, tidak berhasil dilakukan, karena aliran darah vena saya sangat tipis/kecil, jadi dicoba lagi di tangan kanan. Wah, wah.. baru suntik infus aja, udah ngilu, dag dig dug.. Saya pesen ama perawat yang menemani saya untuk suntik infus, ”Nanti di ruang operasi, saya tolong diselimuti ya.. perawat tanya, dingin ya bu? Iya saya jawab..
Eng ing eng… saya mulai memasuki ruang bedah… Dokter Azen, menyapa saya, sambil menyiapkan semua termasuk alat rekam pra operasi, supaya operasi dapat dilihat melalui keping VCD. Tak lama kemudian, dokter anestesi menyapa saya, menanyakan beberapa hal, termasuk alergi apa yang saya miliki.. beberapa pertanyaan terjawab, saya sudah merasa “fly” oleh efek obat bius lokal yang dr. anestesi masukkan melalui infus saya.. Gak terasa.. Dokter sudah membuka kulit dibagian puser, perut kanan, dan perut kiri saya.. di 3 titik Kira-kira jam 14.30 saya merasakan sesak napas mulai terbangun sadar dari pengaruh obat bius tadi, dibantu alat pernapasan, saya bertanya pada perawat yang ada di sebelah saya, “Operasinya sudah selesai?” dia jawab, sudah ibu, sebentar lagi, ibu akan saya pindah ke kamar…
Thank God.. saya bangun.
Setelah memberikan salam ke perawat di sebelah saya, dengan ditemani suami saya, mendorong saya untuk menempati kamar lagi. Kira-kira pukul 3-an Bos Besar, EI, CL, WT, MW,dan DN datang menjenguk setelah acara WW. Masih sedikit fly, masih belum benar2 hilang efek obat bius, aku bercerita kepada teman-teman, apa yang aku rasakan saat itu. Sorenya, RN datang memberikan smile.. thanks RN for “the spirit” visited
Esoknya, Dr. Azen datang ke ruangan tempat saya dirawat untuk memberitahukan sekilas bagaimana jalannya operasi. Wulan, kista endometriosis kamu, menarik semua urat yang ada disekitarnya, jadi memang efek yang ditimbulkan bisa macam-macam, nyeri haid, terasa sperti tegang, mual, dll. Kemarin, sudah diambil dan sudah bersih.. hasil potongan sedang di biopsi untuk tahu, ada apakah didalam “gajih” tersebut. Alhamdulillah ya Allah… semoga ini benar-benar tuntas…
Saya dapat ruangan percis di sebelah pintu, sehingga saya rasakan istirahat saya kurang maksimal karena tiap kali orang membuka pintu saya terbangun.. dengan kondisi seperti ini, saya putuskan untuk tidak berlama-lama di RS ini. Siang, Teh kici dan Chasya datang, jenguk aku. Dengan cerita pengalaman yang sama, Teteh menjelaskan soal penyakit yang ia juga miliki dahulu, sehingga harus menjalankan operasi tidak beda jauh seperti yang saya alami. Sore, sekitar pukul 16.00 mbak Yani dateng. Disusul mba Lena dan mas Sonny, Rani dan Wong, Susy, dan rekan lainnya.. duh.. maap ya teman-teman, melibatkan teman-teman untuk melihat foto kista endometriosis aku yang aku dapat dari dokter.. terimakasih atas kunjungan dan doanya.:)
Malam hari.. saya diijinkan pulang dengan syarat harus bed rest di rumah. Aktivitas dibatasi, dan makan masih harus yang lembut. Sampai dirumah, saya merasakan sedikit gatal dan sedikit merah pada punggung sebelah kiri saya.. Saya coba olesi dengan minyak tawon.. efek obat membuat saya ngantuk, langsung tidur Besoknya, badan saya berasa panas, merah-merah semakin besar dan gatal semakin rasa… di bagian belakang badan saya.. Wah,.. ada apa ini? Saya langsung sms dokter Azen, menanyakan saya harus melakukan apa? Dokter menjawab sms saya, Wulan stop semua obat dari RSPI, dan minum celestamine 3 x 1, kita liat sampai besok, kalau tidak berkurang, kunjungi emergency. Besoknya rasa gatal sedikit berkurang, namun karena saya berhenti obat dari RSPI, maka rasa pegal pasca pemotongan kista saya, mulai berasa.
Hari Senin dan selasa, saya kembali masuk kantor, masih belum normal saya berjalan, karena jahitan belum dicabut, dan sakit pasca operasi masih ada. Ei dan manajemen di perusahaan tempat saya bekerja, sangat simpati dan tidak menyarankan saya untuk bekerja sebelum saya benar2 dapat berjalan normal, bahkan Ia meminta saya untuk pulang cepat, Saya kembali kunjungi Dr. Azen untuk konsul, bagaimana dengan alergi yang saya alami ini.. Lalu Dr. Azen memeriksa saya, dan memberikan obat untuk alergi. Dokter tidak lagi menyarankan agar saya meminum obat pengurang sakit pasca operasi, dan hari itu, Dokter belum mencabut benang jahitan saya, menurut dia, belum waktunya, seperti masih basah, or something.. sehingga saya harus kembali kira-kira hari sabtu untuk cabut benang jahitan..
Sabtu, waktunya cabut benang jahitan, duh syerem,.. masih nyeri gak ya? Dr. Azen asyik aja..dengan tegas mencabut benangnya.. dan penjelasan dokter, karena saya berhenti obat pengurang sakit dan antibiotik, maka luka yang ditimbulkan agak lama mengering. Sepulang dari cabut benang, saya merasakan sedikit nyeri.. ternyata waktu saya lihat di lukanya, sedikit berdarah…duh,duh.. atut…Maka saya putuskan untuk tidak ikut acara mini outing yang akan dilaksanakan oleh perusahaan saya, hari senin 18 Desember 2006..
19 Desember 2006.. Saya kembali masuk kantor.. jalan sudah normal, tapi pake celana panjang masih sedikit nyeri.. karena letak puser tepat di garis jahitan lingkar perut celana panjang, gapapa, aku akalin dengan baju longgar untuk menutupi bagian perut yang tidak ditutupi resleting.. Hari ini ulang tahun saya, semua teman-teman dikantor memberikan selamat, saya memang sudah putuskan untuk tidak ada acara traktir hari ini, lain kali kali ya…mungkin akan saya undur.. secara, pengeluaran pra dan pasca operasi unpredictableTau-tau, Bos Besar datang dan memberikan selamat ulang tahun, dan menawarkan kepada semua teman-teman untuk makan sama-sama dan memesan makanan dalam rangka kembalinya saya bekerja dan juga ulang tahun saya… semua disponsori oleh WW… Thanks WW… what a … duh… ga bisa dituliskan dengan kata-kata deh.. baiknya tob abeess…
Jadi kita semua makan sama-sama dilantai 2… senangnya.. makasi semuanya…
Tuhan.. saya bersyukur.. engkau berikan aku segala kemudahan.. menghadapi semua ini.. Hasil biopsi menunjukkan tidak adanya unsur tumor ganas dari potongan kista saya.. Alhamdulillah ya Allah… Terimakasih teman-teman,.. terimakasih untuk semua doa dan dukungan pra dan pasca saya operasi…
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


