“PMS”= Peggy Melati Sukma @ BaNjiR nAsiONaL

February 7, 2007 at 7:07 am | Posted in Wimar | 10 Comments

“Mbak, saya ingin sekali hadir, tapi saya khawatir nanti saya pulangnya bagaimana, jadi mungkin saya hadir untuk edisi berikutnya mbak…” begitu isi sms seorang penggemar setia acara café Wimar Witoelar Talk About Nothing yang setiap selasa di gelar di Pisa Café Mahakam.

Kali ini, topik yang akan kita bahas adalah bagaimana Tips Smart menghadapi banjir yang melanda kota Jakarta tahun 2007 ini. Dijadwalkan yang bertindak sebagai narasumber adalah Peggy Melati Sukma, seorang aktivis yang terjun langsung kelapangan di saat banjir sedang berlangsung. Namun, 30 menit sebelum acara berlangsung, Peggy Melati Sukma menginformasikan bahwa ia masih terjebak macet total sehingga tidak dapat memenuhi undangan hadir sebagai narasumber di café pisa, Ia tetap bersedia memberikan beberapa informasi melalui line telepon selularnya.

Selain Peggy Melati Sukma, di café sudah hadir seorang producer TV swasta, salah satu anggota komunitas “Bike To Work [B2W]” yaitu bapak Anto, bernama lengkap Eko Fajar Riyanto.

Anto menceritakan sedikit pengalaman bersepeda menuju kantor yang berjarak kurang lebih 15 KM, tidak jarang dikala akhir pekan, ia dan komunitasnya bersepeda dengan menggunakan sepeda mountain menuju tempat yang lebih jauh, Bogor misalnya.

Keterlibatan Anto dalam menyikapi banjir adalah Ia dan komunitas B2W selain aktif bersepeda, ia juga mempunyai komunitas Cherokee adventure. Komunitas tersebut memiliki 15 perahu yang biasa digunakan rafting. Jum’at lalu dikala banjir hari pertama ia dan teman-teman berangkat dengan 3 perahunya ke kawasan Kelapa Gading, Hari Sabtu selain di kelapa gading dengan 3 perahu, Ia dan teman-teman berangkat menuju kawasan Ciledug dengan membawa 2 perahu, dan hari minggu ke kawasan Pondok Gede dan pekayon dengan 2 perahu.

Anto menyimpulkan, bencana banjir tahun ini buat ia terkesan bukan merupakan sutu bencana, namun ia melihat ada suatu “euphoria label”atau hajatan besar pakai label, dimana disejumlah kawasan, banyak terdapat “Posko [nama partai] banjir”. Banyak partai yang memberi label untuk bencana banjir ini, namun kenyataan di lapangan masih banyak kawasan yang belum diberi bantuan dilapangan menolong korban untuk dievakuasi.

Pendapat Peggy MS pada banjir kali ini, buat ia bukan yang pertama, ini kejadian berulang, yang kali ini cukup buruk terjadi, artinya ada yang salah kalau hidup kok semakin hari semakin buruk bukan semakin baik. PMS yang tergabung di “yayasan prakarsa” melihat adanya Swadaya masyarakat, menangani di sejumlah titik yang rawan. Yang harus cepat ditanggapi adalah bagaimana melakukan evakuasi korban, distribusi logistik dan pakaian kering.

WW menanyakan pada PMS, ada yang melaporkan bahwa seorang pejabat DKI memberikan pernyataan di suatu kawasan, masalah logistiknya baik, namun banyak warga yang tidak mau dievakuasi, bagaimana PMS menanggapi ini?

Bagi PMS, ia juga menemukan hal yang sama di beberapa tempat tidak mau dievakuasi kaitannya dengan harta benda mereka, sikap ia menghadapi warga yang kesusahan adalah dengan personal Approach, terjun langsung lewat air meminta mereka untuk lebih mengutamakan keselamatan, untuk dapat dievakuasi dan mendapatkan layanan kesehatan masyarakat, karena kalaupun mereka tetap ditempat, air semakin naik, harta benda bisa juga hanyut terbawa air, melelahkan memang, tapi ia tetap lakukan. Saat ini kita memerlukan relawan-relawan dan tim rescue untuk melakukan personal approach pada masyarakat.

Disela pernyataan PMS, WW menegaskan bahwa saat ini, Ia tidak ingin membuat “panas” suasana. Ada saat nya sudah “dingin” kita agar “jangan lupa” dengan bencana ini.

PMS kembali memberikan pernyataan tegas, banjir kali ini lebih besar dari 5 tahun yang lalu, dimana sejumlah titik yang dulunya tidak terkena, kali ini kena, ini yang menjadikan indikasi buat PMS bahwa kok semakin hari keadaan semakin buruk. Semestinya kita bisa melakukan perbaikan dalam jangka waktu 5 tahun, sehingga tidak “worse than before”.

Bocoran info kecil rumah tangga PMS, kepentingan masyarakat sudah menjadi salah satu syarat pra nikah dia yang berlangsung belum lama ini. Menurutnya Solidaritas Sosial jangan hanya timbul di saat musibah besar, sedangkan warga sendiri tidak tahu bagaimana menyikapinya. Alangkah baiknya dikala tidak ada bencana, warga diberi penyuluhan tentang bagaimana menghadapi bencana. Misalnya, membuat program rutin untuk mengedukasi masyarakat, terutama kepada anak-anak. PMS sudah bekerjasama dengan batalyon kesehatan kostrad, dengan artha graha peduli, dengan sampoerna, dengan telkomsel, untuk terus memberikan layanan kesehatan, dapur umum ke titik pengungsian terbesar, karena itu akan dibutuhkan.

Setelah break WW kembali ke pak Anto, menanyakan dimana bisa beli perahu karet dan berapa harganya?

Anto menjawab, di Indonesia yang ia temui pabrik pembuat perahu karet terdapat di Bogor, dengan nama Boogie, harga bekisar antara 15-25 jutaan. Lain kalau yang untuk militer, perahu lkaret tersebut didatangkan khusus dari Amerika.

WW kembali nyeletuk, bisa gak beli di tempat biasa, ITC misalnya?

Anto menjelaskan, bahwa komunitasnya 5 tahun yang lalu membeli perahu karet melalui agen di korea, sebanyak 5 unit. Waktu itu seharga 3500$/buah.

WW kembali memberikan pertanyaan, apakah menurut pak Anto banjir besar sudah selesai?

Menurut Anto, Banjir besar sudah berkurang, namun kita yang berlokasi di Jakarta harus tetap waspada, Karena di Bogor air masih mencapai 150 cm, yang biasa normalnya adalah 80 cm.

WW membacakan SMS dari seorang professional muda yang bertempat tinggal di Kranggan, Apa yang harus dilakukan masyarakat pada saat bencana datang?

Tip dari Anto pada saat bencana datang, kita harus tetap tenang, pada saat air masuk, kita jangan panik, karena kalau panik, kita akan menjadi tidak tahu harus berbuat apa, sehingga membuat keadaan tidak terkendali dan pada akhirnya menyalahkan orang lain. Yang baik dilakukan adalah tenang, nyalakan lampu minyak, kunci pintu.

Ada satu sms dari pendengar yang mungkin ditujukan kepada WW, yaitu: Anda sudah melakukan apa saja selama banjir?

WW menjelaskan, Ia hanya bisa nonton TV, Bikin Talkshow seperti ini, meneruskan informasi, dan menyebarkan ilmu yang ia miliki.

Lain pengalaman Hayat yang pada saat banjir ia stuck terjebak di kantornya yang berlokasi di fatmawati, bertempat tinggal di Tebet Barat. Keadaan kantornya tidak jauh berbeda dengan keadaan rumah, kantor baginya just like his second home. Pada saat itu listrik mati, ia tetap mendapatkan informasi dari seorang kawannya yang disampaikan melalui sms, buat ia, informasi ini sangat berguna. Dan menyikapi bencana banjir ini, ia menyarankan agar warga tetap kompak dan peduli sesama, usahakan HP agar tetap aktif.

WW menanyakan kepada Hayat, bagaimana jam kerja di perusahaan tempat ia bekerja?

Hayat menjelaskan, jam kerja ditempat ia bekerja sangat fleksible.

Lain lagi pengalaman banjir yang dialami oleh Endah, seorang karyawan dari perusahaan penyedia jasa saluran telepon. Pekerjaan menjadi menumpuk karena banjir yang lalu, ia tidak dapat masuk kantor.

WW kembali pada pak Anto, menanyakan alat apa yang harus disiapkan dirumah?

Menurut Anto, basic gak ada yang harus dipersiapkan. Namun, ada baiknya dalam satu RT patungan untuk beli perahu karet, gak perlu yang buatan korea, yang local saja cukup untuk keadaan darurat. Ia dan komunitas adventure siap melatih. Bisa juga melalui komunitas “bike to work” yang berlokasi di Jl. Tebet Barat Dalam I no. 37. atau melalui hp ia: 0816 168 9000, menurut WW, setiap ada kemauan pasti ada yang menyambut asalkan warga “teriak” untuk bantuan dan saat ini, bukan waktu yang baik untuk menyalahkan. Semua itu bisa dikurangi dengan kebijaksanaan yang benar dengan memikirkan 2 faktor: 1. resapan air di kawasan harus bagus, 2. aliran air harus lancar.

Buat Ibu Sjully Darsono, seorang wirausahawati, pengunjung café, banjir buat ia menghambat anaknya untuk sekolah, karena guru banyak yang tidak bisa datang mengajar ke sekolah, supirnya juga terkena banjir. Namun buat ia pribadi, banjir kali berdampak buruk bagi usaha yang ia geluti.

WW kembali menyapa pendengar yang sudah tersambung di line telepon, yaitu: Ibu Ratih seorang dokter yang bertempat tinggal dikawasan sahardjo. Pada saat banjir ini, anaknya yang berumur 3 tahun terkena penyakit demam, karena hujan. Di depan rumah ia, banjir sampai setinggi lutut orang dewasa, namun tidak sampai masuk kerumah. Bagi Ratih, banjir kali ini sangat mengancam, setelah ini pasti akan timbul penyakit, seperti Bronchitis, penyakit saluran pernapasan, infeksi saluran pencernaan.

WW bertanya kepada ratih, pada saat seperti ini, obat-obatan apa saja yang harus disediakan di rumah?

Antibiotik, Anti diare, obat panas, parasetamol

Advertisements

Pulang Kantor, Mampir Ca-Pis Mahakam Jo…

January 30, 2007 at 3:27 am | Posted in Wimar | 2 Comments

Pernahkah anda berkeinginan travel, jalan-jalan ke tempat yang baru dengan cara yang tidak formal? atau bahkan mungkin anda sudah melakukannya?  

Wimar Witoelar dalam ‘Talk About Nothing’ kali ini menghadirkan Ninit Yunita, novelis yang juga seorang world traveler.

Free of Charge, Free Snacks and Free drinks

Be there, join in the fun or listen to radio Trijaya 104,6 FM 

ninitpromo-email.jpg

Poso Belum Damai

January 24, 2007 at 4:16 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Perspektif Online
24 January 2007

Bagi orang biasa, kejadian di Poso meledak tanpa diduga. Sangat mengejutkan, berita bukan saja dari koran dan televisi Indonesia, tapi dari media cetak dan online seluruh dunia.

Orang biasa ingat Poso menjadi nama terkenal dengan penderitaan sekitar tahun 1999, tapi ‘overshadowed’ oleh tragedi kerusuhan Ambon yang jauh lebih besar. kemudian Timor Timur, Aceh menguasai berita. Sementara kita ikuti proses konflik Poso sedikit-sedikit melalui perjanjian Malino, eksekusi Tibo cs dan muncul ilusi bahwa Poso sudah tenang. Bahkan menjadi salah satu pertimbangan hadiah Nobel perdamaian untuk SBY.

Sekarang meledak lagi, dan konfigurasi masalah tidak diketahui.

Orang biasa tidak bisa membuat kesimpulan, tidak harus membuat kesimpulan, tapi harus mendukung penyelesaian dengan mencari pengetahuan lebih banyak dan mendukung pihak-pihak yang berniat membentuk solusi jangka panjang.

Sementara itu kita tunduk dalam belasungkawa untuk korban yang jatuh dari pihak manapun.

Saksikan pembicaraan seputar poso, live dari studio JAKTV jam 22.00 di acara wimar’s world.

logo-wwld.jpg

Endometriosis Ø 5 cm x 5 cm

December 27, 2006 at 11:47 am | Posted in curhat | 12 Comments

Oh God, ada kelainan apa dalam rahimku yang menyebabkan sakit luar biasa dikala period 

Mules yang luar biasa, seperti ditusuk-tusuk, mual, muntah, dan kembung, belum lagi perasaan keringat dingin yang aku alami tiap kali aku datang bulan. Gak normal, kayanya sakitnya orang mens, ga harusnya seperti yang saya alami ini deh.. 😦 

28 November 2006: Hari ini tepat 8 hari aku telat datang bulan. Ini telat untuk bulan yang kesekian kalinya, Apakah telat kali ini benar hamil ataukah ada penyakit lain yang aku derita, ku putuskan untuk kedokter kandungan, again, and again. Dokter yang biasa aku datangi, sedang cuti, jadi kuputuskan untuk ke dokter kandungan siapa aja, untuk mengetahui ada apa dalam rahim aku.  “Ibu tidak hamil, ini bakal datang bulan, hanya saja tersumbat, sebentar saya USG transvaginal [ssst.. usg ini sedikit ngilu, dimasukkin alat segede mata palu ke vagina untuk tau ada apa seputar rahim kita] ya, untuk tau apa penyumbatnya” begitu kata dr. Okky yang hari itu praktek di RSIB.  

“Melihat medical record ibu, sepertinya sering kali keluhan pada saat datang bulan ya bu, dan sudah diketahui bahwa ibu punya kista endometriosis yang mengganggu, ini juga kelihatan dari hasil USG tadi. Ini dia fotonya, kista ini berdiameter kurang lebih 5 cm, Kali ini harus dibuang, dioperasi” begitu penjelasan dr. Okky. Dokter Okky juga menegaskan bahwa saya sudah hampir 2 tahun cabut spiral, namun, tidak juga mendapatkan anak kedua. Diperkirakan, bahwa terhambatnya proses kehamilan dikarenakan ada kaitannya dengan kista endometriosis yang bersarang di dekat indung telur sebelah kiri saya.  Bengong dan kaget, saya bertanya, “operasinya kaya apa ya dok?”  “Saat ini sudah ditemukan sistem laparoscopy, yaitu operasi besar dengan sistem luka bedah yang tidak terlalu lebar, dan prosesnya pun lebih efisien dari sistem operasi sebelum sistem ini. Luka bekas operasinya tidak terlalu lama sembuh” begitu penjelasan dokter Okky. Setelah konsultasi panjang lebar, dokter menyarankan agar operasi ditangani oleh dr. Wahyu yang bertugas di RS bunda – Menteng.  

Saya buka buku premi asuransi Cigna, wah, RS bunda ternyata tidak ada dalam daftar RS rujukan asuransi Cigna yang dicover oleh perusahaan tempat saya bekerja. Saya konsultasi dengan keluarga dan manajemen di perusahaan saya, mereka menyarankan yang terbaik, adalah operasi dan mereka menyarankan untuk dijalankan di RS terdekat yaitu RSPI. Maka saya SMS dokter yang memeriksa saya, untuk konsultasi kembali, apakah operasi bisa dilakukan di RSPi? Dokter menjawab SMS saya, Sebaiknya kunjungi Dr. Azen di RSPI. Saya balas, terimakasih dok.  Senin pagi, dengan diantar Oma [mertua] datanglah saya ke Dr. Azen, ternyata Dr. Azen praktek sore, jadi saya memang harus pesan dahulu untuk melakukan diagnosa sore ini. Lalu, saya kembali sore hari diantar ibu saya, dengan membawa referensi dari Dr. Okky. Setelah mendapat sekilas penjelasan saya, Dr. Azen langsung melakukan USG, lagi melalui vagina.. [wakwaw.. ngilu deh] dipastikan juga oleh Dr. Azen, bahwa memang ada kista endometriosis di rahim sebelah kiri saya, letaknya dekat indung telur, Well, wulan, kapan mau dioperasi? Saya, yang hari itu sudah sedikit “siap” menerima penjelasan dari dr. sebelumnya, untuk melakukan operasi, saya sampaikan, “gimana kalau besok dok?”  “Baik, kalau begitu, malam ini kamu cari kamar, dan persiapan operasi ya..Besok pagi kita operasi, kira-kira jam 9“ masih ditemani Ibu, saya mencari kamar, begitu dapat kamar, saya langsung di EKG [rekam jantung], Photo Thorax, dan Tes darah + urine untuk persiapan operasi.. Gak lama kemudian Adhi datang. Kira-kira jam 22.00 saya di bestral [masukkan alat melalui anus, yang ini mulesnya bangetss, hehe harus 2 kali dilakukan, karena bestral yang pertama, saya sudah mules, tapi belum ada reaksi, jadi diulang oleh susternya] untuk membuang smua kotoran yang ada dalam perut saya. Dan jam 23.00 adalah waktu makan terakhir saya untuk puasa menghadapi operasi besok pagi. Takut, gelisah, dan kepikiran, bikin saya ga bisa tidur, membayangkan operasi besok.  Dzikir dan doa, Cuma itu yang bisa saya lakukan. Oh iya, ga lupa saya juga sms rekan2 di kantor, inform bahwa saya akan dioperasi besok, minta bantu doa. Rekan-rekan dikantor membalas sms saya dengan dukungan. Terimakasih rekan-rekan…:) 

Bangun pagi, Mandi dan menuju ruang operasi. Suntik infus sebelah kiri, tidak berhasil dilakukan, karena aliran darah vena saya sangat tipis/kecil, jadi dicoba lagi di tangan kanan. Wah, wah.. baru suntik infus aja, udah ngilu, dag dig dug..   Saya pesen ama perawat yang menemani saya untuk suntik infus, “Nanti di ruang operasi, saya tolong diselimuti ya.. perawat tanya, dingin ya bu? Iya saya jawab.. 🙂 Eng ing eng… saya mulai memasuki ruang bedah… Dokter Azen, menyapa saya, sambil menyiapkan semua termasuk alat rekam pra operasi, supaya operasi dapat dilihat melalui keping VCD. Tak lama kemudian, dokter anestesi menyapa saya, menanyakan beberapa hal, termasuk alergi apa yang saya miliki.. beberapa pertanyaan terjawab, saya sudah merasa “fly” oleh efek obat bius lokal yang dr. anestesi masukkan melalui infus saya.. Gak terasa.. Dokter sudah membuka kulit dibagian puser, perut kanan, dan perut kiri saya..  di 3 titik Kira-kira jam 14.30 saya merasakan sesak napas mulai terbangun sadar dari pengaruh obat bius tadi, dibantu alat pernapasan, saya bertanya pada perawat yang ada di sebelah saya, “Operasinya sudah selesai?” dia jawab, sudah ibu, sebentar lagi, ibu akan saya pindah ke kamar…

Thank God.. saya bangun.

Setelah memberikan salam ke perawat di sebelah saya, dengan ditemani suami saya, mendorong saya untuk menempati kamar lagi. Kira-kira pukul 3-an Bos Besar, EI, CL, WT, MW,dan DN datang menjenguk setelah acara WW. Masih sedikit fly, masih belum benar2 hilang efek obat bius, aku bercerita kepada teman-teman,  apa yang aku rasakan saat itu. Sorenya, RN datang memberikan smile.. thanks RN for “the spirit” visited

Esoknya, Dr. Azen datang ke ruangan tempat saya dirawat untuk memberitahukan sekilas bagaimana jalannya operasi. Wulan, kista endometriosis kamu, menarik semua urat yang ada disekitarnya, jadi memang efek yang ditimbulkan bisa macam-macam, nyeri haid, terasa sperti tegang, mual, dll. Kemarin, sudah diambil dan sudah bersih.. hasil potongan sedang di biopsi untuk tahu, ada apakah didalam “gajih” tersebut. Alhamdulillah ya Allah… semoga ini benar-benar tuntas…  

Saya dapat ruangan percis di sebelah pintu, sehingga saya rasakan istirahat saya kurang maksimal karena tiap kali orang membuka pintu saya terbangun.. dengan kondisi seperti ini, saya putuskan untuk tidak berlama-lama di RS ini.  Siang, Teh kici dan Chasya datang, jenguk aku. Dengan cerita pengalaman yang sama, Teteh menjelaskan soal penyakit yang ia juga miliki dahulu, sehingga harus menjalankan operasi tidak beda jauh seperti yang saya alami.  Sore, sekitar pukul 16.00 mbak Yani dateng. Disusul mba Lena dan mas Sonny, Rani dan Wong, Susy, dan rekan lainnya.. duh.. maap ya teman-teman, melibatkan teman-teman untuk melihat foto kista endometriosis aku yang aku dapat dari dokter.. terimakasih atas kunjungan dan doanya.:) 

Malam hari.. saya diijinkan pulang dengan syarat harus bed rest di rumah. Aktivitas dibatasi, dan makan masih harus yang lembut. Sampai dirumah, saya merasakan sedikit gatal dan sedikit merah pada punggung sebelah kiri saya.. Saya coba olesi dengan minyak tawon.. efek obat membuat saya ngantuk, langsung tidur  Besoknya, badan saya berasa panas, merah-merah semakin besar dan gatal semakin rasa… di bagian belakang badan saya.. Wah,.. ada apa ini? Saya langsung sms dokter Azen, menanyakan saya harus melakukan apa? Dokter menjawab sms saya, Wulan stop semua obat dari RSPI, dan minum celestamine 3 x 1, kita liat sampai besok, kalau tidak berkurang, kunjungi emergency. Besoknya rasa gatal sedikit berkurang, namun karena saya berhenti obat dari RSPI, maka rasa pegal pasca pemotongan kista saya, mulai berasa. 

Hari Senin dan selasa, saya kembali masuk kantor, masih belum normal saya berjalan, karena jahitan belum dicabut, dan sakit pasca operasi masih ada. Ei dan manajemen di perusahaan tempat saya bekerja, sangat simpati dan tidak menyarankan saya untuk bekerja sebelum saya benar2 dapat berjalan normal, bahkan Ia meminta saya untuk pulang cepat, Saya kembali kunjungi Dr. Azen untuk konsul, bagaimana dengan alergi yang saya alami ini.. Lalu Dr. Azen memeriksa saya, dan memberikan obat untuk alergi. Dokter tidak lagi menyarankan agar saya meminum obat pengurang sakit pasca operasi, dan hari itu, Dokter belum mencabut benang jahitan saya, menurut dia, belum waktunya, seperti masih basah, or something.. sehingga saya harus kembali kira-kira hari sabtu untuk cabut benang jahitan..    

Sabtu, waktunya cabut benang jahitan, duh syerem,.. masih nyeri gak ya? Dr. Azen asyik aja..dengan tegas mencabut benangnya.. dan penjelasan dokter, karena saya berhenti obat pengurang sakit dan antibiotik, maka luka yang ditimbulkan agak lama mengering.  Sepulang dari cabut benang, saya merasakan sedikit nyeri.. ternyata waktu saya lihat di lukanya, sedikit berdarah…duh,duh.. atut…Maka saya putuskan untuk tidak ikut acara mini outing yang akan dilaksanakan oleh perusahaan saya, hari senin 18 Desember 2006..  

19 Desember 2006..   Saya kembali masuk kantor.. jalan sudah normal, tapi pake celana panjang masih sedikit nyeri.. karena letak puser tepat di garis jahitan lingkar perut celana panjang, gapapa, aku akalin dengan baju longgar untuk menutupi bagian perut yang tidak ditutupi resleting..  Hari ini ulang tahun saya, semua teman-teman dikantor memberikan selamat, saya memang sudah putuskan untuk tidak ada acara traktir hari ini, lain kali kali ya…mungkin akan saya undur.. secara, pengeluaran pra dan pasca operasi unpredictableTau-tau, Bos Besar datang dan memberikan selamat ulang tahun, dan menawarkan kepada semua teman-teman untuk makan sama-sama dan memesan makanan dalam rangka kembalinya saya bekerja dan juga ulang tahun saya… semua disponsori oleh WW… Thanks WW… what a … duh… ga bisa dituliskan dengan kata-kata deh.. baiknya tob abeess… 🙂  Jadi kita semua makan sama-sama dilantai 2… senangnya.. makasi semuanya…  

Tuhan.. saya bersyukur.. engkau berikan aku segala kemudahan.. menghadapi semua ini.. Hasil biopsi menunjukkan tidak adanya unsur tumor ganas dari potongan kista saya.. Alhamdulillah ya Allah… Terimakasih teman-teman,.. terimakasih untuk semua doa dan dukungan pra dan pasca saya operasi… 

Gala Dinner HSBC

November 24, 2006 at 6:51 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Dalam suatu gala dinner berkelas di Hotel Marriott, HSBC menjamu ratusan nasabah premium pada tinjauan ekonomi oleh Dr. M. Chatib Basri, Direktur LPEM-UI dan Erry Firmansyah, Direktur Utama Bursa Efek Jakarta. Wimar Witoelar menjadi moderator. HSBC yang pada awalnya dikenal sebagai semacam bank sentral untuk Hongkong kini telah berkembang menjadi salah satu bank terbesar di dunia dengan 10,000 kantor cabang di 76 negara.

Continue Reading Gala Dinner HSBC…

Mata Pelajaran “Belanja”

November 17, 2006 at 11:09 am | Posted in Raul | 3 Comments

Setelah makan siang, saya telpon Raul untuk tau kondisi dia hari itu.  Bunda: “Tadi sekola belajar apa mas?” Raul: “Tau tuh bun, bun, besok siapin uang dua ribu”  Bunda: “Buat apa?” Raul: “Ng… pokoknya bunda siapin aja deh ya”  Continue Reading Mata Pelajaran “Belanja”…

Ampun Ciputat…:(

November 14, 2006 at 9:29 am | Posted in curhat | Leave a comment

Setelah selesai ritual pagi saya, kira-kira jam 6 lewat 15 saya mulai turun dari kamar, lanjut berangkat kekantor. Kadang naek bis AC tapi anget, yaitu 76, kadang bareng blazer. Kalau sedang ga bareng blazer, saya panggil ojek motor untuk anter saya menuju kawasan ramah transportasi. Terkejut saya, sesampai saya dikawasan tersebut yang biasanya ramah transportasi, kali ini, rawan transportasi, alias gak ada bis sama sekali. Even Patas AC 76 maupun Patas 18B. Panik, karena sampe jam 7 lewat 20, gak ada satupun bis yang datang untuk bisa antar kita ke kawasan selatan jakarta, tempat saya bekerja.

Continue Reading Ampun Ciputat…:(…

Sabtu “Batal”

November 12, 2006 at 7:42 am | Posted in family | Leave a comment

“Tika udah melahirkan… Anak gw cewek, cesar, ketuban udah tinggal dikit, berat.. bla, bla, bla” 

Begitu isi sms grendhy, yang jum’at malem ngabarin, bahwa dia udah resmi jadi bapak. Apadaya hp saya and hubby sama-sama terblokir [ter.. karena kita gaminta diblokir..:D] jadi ga bisa bales sms grendhy [sorry ya gren]   

Sabtu pagi, adhi cabut untuk soccer time di DM [kantor indosat dia yg lama], saya plan untuk halal bil halal disekola raul. Sementara Raul udah minta mandi pagi-pagi banget.. langsung dandan abis.. dia ambil stick, PS time.. begitu saya kelar mandi dan berbusana, gw ajak raul untuk berangkat sekola, “Ayo mas..”  Sambil menekan stick PS, dia menjawab, “Ih bunda ih, aku lagi maen, gak mau ke sekolah” “Lho.. gimana, masa bunda kesekola sendirian, semua anak-anak ke sekola mas” Eh Raul jawab lagi “enggak sik bun, Alma juga ga sekolah tuh, bundanya juga gak dateng, bunda gak usah dateng, nemenin aku maen PS aja, aku laper bun, mau makan…” Continue Reading Sabtu “Batal”…

Cletukan Raul disela Playstation Time

November 7, 2006 at 7:55 am | Posted in Raul | Leave a comment

Raul punya kesibukan baru yang bikin saya dan ayahnya rada susah kalau mau ajak dia pergi di hari sabtu. Sabtu pagi merupakan jadwal rutin Raul dan Raka main playstation.

Suatu siang saya mendengar percakapan antara Raul dan omnya yang usianya hanya beda 4 bulan lebih tua bernama Raka disela permainan Playstation, agak-agak nguping neh…  

Raul: “Om, kamu suka nonton smack down ga?” 

Raka: “enggak, itukan malem ul, 

Raul: “Kamu tidur ya om? Makanya om, kamu jangan nurut kalau disuruh bundamu tidur…Aku seneng banget nonton smack down” 

Raka: “Ih Raul.. iya dong, harus nurut..” 

Om Yudha [yang kebetulan berada di ruangan yang sama] :“Hush.. Raul ngomong apa tuh ama om raka.. awas ya, kalo ngajarin om raka.. “sambil gak kuat nahan tawa…  

duo-kojek2ok.jpg

Ritual Raul sebelum tidur

November 3, 2006 at 7:46 am | Posted in Raul | 2 Comments

“Hayo mas, Cuci Kaki, Cuci Tangan, sikat gigi… “ kalimat ini yang setiap kali saya ucapkan mengawali ritual Raul sebelum ia naik ke lantai atas, dimana kamar tempat Raul tidur berada.

Tangan kanan memegang botol susu, pergelangan tangan kiri memeluk akik [nickname untuk mainan jminie jangkrik, teman pinokio], sedangkan telapak tangan kiri mengambil buku-buku cerita berisi tentang beberapa penemuan, kadang buku encyclopedia untuk anak, Raul mulai meminta bundanya untuk menceritakan isi buku-buku ini.

raul-akik.jpg

Continue Reading Ritual Raul sebelum tidur…

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.